Minggu, 21 Desember 2014

CiscoPacketTracker

Cisco Packet Tracker

Membuat Simulasi Jaringan Topologi Star Dengan Menggunakan Cisco Packet Tracker

Packet Tracer adalah sebuah software simulasi jaringan. Sebelum melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu dilakukan simulasi menggunakan software ini. Simulasi ini sangat bermanfaat jika membuat sebuah jaringan yang kompleks namun hanya memiliki komponen fisik yang terbatas.
Hubungkan masing-masing device dengan kabel yang sesuai.
Untuk membuat sebuah konfigurasi jaringan, bagi pemula, sebaiknya ditentukan dulu jenis device yang digunakan, berapa jumlahnya dan bagaimana bentuk konfigurasi jaringan tersebut pada kertas buram.
Jenis-jenis kabel penghubung ditentukan berdasarkan aturan sebagai berikut :
Ø  Untuk mengkoneksikan peralatan yang berbeda, gunakan kabel Straight-through :
Router – Switch
Router – Hub
PC – Switch
PC – Hub
Ø  Untuk mengkoneksikan peralatan yang sama, gunakan kabel Cross-Over :
Router - Router
Router – PC
Switch - Switch
Switch – Hub
Ø  Untuk mengkonfigurasi Router melalui PC gunakan kabel Roll-Over
Konfigurasi masing-masing device
Proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan. Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Address dan subnet mask pada interface-interface device (pada Router, PC maupun Server), pemberian Tabel Routing (pada Router), pemberian label nama dan sebagainya.
Setelah proses konfigurasi dilakukan, maka tanda bulatan merah pada kabel yang terhubung dengan device tersebut berubah menjadi hijau. Ada 2 mode konfigurasi yang dapat dilakukan : mode GUI (Config mode) dan mode CLI (Command Line Interface).
Contoh konfigurasi dengan mode GUI
Klik device yang akan dikonfigurasi. Pilih menu Config. Klik interface yang diinginkan. Isi IP Address dan subnet mask-nya. Lakukan hal yang sama untuk interface-interface dan device yang lain.
Simulasi Jaringan Komputer dengan aplikasi Cisco Packet Tracer
Saat ini banyak sekali cabang untuk Ilmu komputer, antara lain adalah Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering), System bisnis cerdas, Sistem Informasi, serta tak lupa ilmu mengenai jaringan komputer. Diantara cabang ilmu diatas, yang paling sering terdengar belakangan ini adalah mengenai jaringan komputer.
Dalam jaringan komputer banyak sekali yang harus dipelajari, antara lain mengenai internet, TCP/IP, HTTP, pengamanan jaringan, jaringan multimedia, simulasi jaringan dan masih banyak sub-sub ilmu yang harus dipelajari. Namun yang menjadi dasar adalah bagaimana kita paham tentang dasar jaringan komputer itu sendiri, untuk itu kita tidak hanya membaca teori semata, kita juga harus praktek di lapangan agar mengerti.
Tapi betapa butuh biaya yang sangat banyak jika kita ingin mempraktekkan sebuah jaringan komputer (walaupun yang sederhana), oleh karena itu, Cisco sebagai perusahaan terkemuka di bidang jaringan meluncurkan sebuah aplikasi yang sangat menolong bagi kita yang ingin menyimulasikan jaringan komputer, yaitu dengan Cisco Packet Tracer.
Packet tracer merupakan sebuah software yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi jaringan. Untuk mendapatkan software ini sangatlah mudah, karena kita bisa mendapatkannya secara gratis dari internet.
Karena disini saya akan membahasa mengenai sedikit tutorial mengenai membuat jaringan, maka untuk proses download dan instalasi (yang sangat mudah) tidak perlu saya jelaskan. Oke langsung saja kita menuju tutorial.

Klik start -> Programs -> Packet Tracer
Atau klik iconnya pada desktop
Untuk menambahkan device ke area kerja, maka dapat dilakukan langkah-langkah berikut
Pilih salah satu device yang akan ditambahkan dengan cara klik iconnya
Pilih salah satu jenis device yang akan ditambahkan dengan cara klik dan drag atau klik salah satu icon kemudian klik pada area kerja.
Oke, disini kita akan menyimulasikan jaringan sederhana, ambil saja contoh sebuah warnet dengan 1 router, 1 hub dengan 9 PC client.
Disini kita langsung definiskan terlebih dahulu berapa IP untuk masing-masing PC tersebut.
Nama PC
IP Address
Subnet Mask
Default Gateway
Router1
192.168.1.1
255.255.255.0
PC-0
192.168.1.2
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-1
192.168.1.3
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-2
192.168.0.4
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-3
192.168.0.5
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-4
192.168.0.6
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-5
192.168.0.7
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-6
192.168.0.8
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-7
192.168.0.9
255.255.255.0
192.168.1.1
PC-8
192.168.0.10
255.255.255.0
192.168.1.1

Buat sebuah jaringan seperti gambar berikut, karena defaultnya isi slot dari sebuah hub adalah 6, kita akan menambahkannya menjadi 10 dengan men-drag modul di pojok kanan bawah ke slotnya hub.
Langsung saja kita mulai mengkonfigurasi seluruh devicenya. Untuk pertama kali kita konfigurasi router1. Klik tab config, Kita masukkan IP address dan mask-nya sesuai dengan table.
Untuk hub tidak ada konfigurasi, karena digunakan sebagai perantara.
Sekarang kita konfigurasi untuk semua clientnya.
Berikut ini cara konfigurasi PC-0 (gunakan juga cara ini untuk PC-PC lainnya)
Double click gambara PC nya, kemudian pilih tab config, kemudian pilih setting, isi gatewaynya sesuai dengan table, kemudian pilih FastEthernet dan isikan IP addres dan mask sesuai dengan tabel.
Setelah selesai mengkonfigurasi semuanya. Kita akan mengetesnya, apakah jaringan yang kita buat sudah benar atau tidak. Caranya adalah dengan menggunakan fasilitas Ping di setiap PC.
Double-klik sembarang PC, kemuadian pilih tab Desktop, lalu pilih Command Prompt. Lalu kita ketikkan perintah Ping[spasi]IP tujuan
Jika sudah me-reply semuanya, maka jaringan anda sudah benar .
Dengan adanya software simulasi semacam packet tracer, maka sangat memberi kemudahan untuk mempraktekkan teori-teori yang telah kita dapat. Kita hanya perlu menginstall software, tidak perlu membeli device-device yang kita perlukan. Dan software ini biasa juga digunakan untuk para ahli jaringan sebelum mendeploy sebuah jaringan di perusahaan atau instansa-instansi terkait.


22 Desember 2014

SharingData

Sharing data
Ok! Langsung saja….Hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu mengaktifkan wireless pada masing-masing PC yang biasanya tombol tersebut berada disisi kanan atau kiri atas keyboard.
untuk PC1
1. Klik Srart >> Control panel >> Network and Internet >>  Network and sharing Center. Sehingga tampilannya akan tampak seperti gambar dibawah ini. Klik Set up a new connection or network.
2. Pilih Set up a wireless ad hoc (computer-to-computer) network,klik Next untuk melanjutkan.
3. Klik next untuk melanjutkan
4. Isi network name dengan My wireless atau nama lain sesuai dengan keinginan, Isi Security typedengan WPA2-Personal, Security key dengan 5520113049 atau angka sembarang yang mudah diingat. Contreng Hide characters jika ingin menyembunyikan password dan abaikan jika ingin menampilkannya.
Jika menginginkan setting-annya tersimpan contreng save this network sehingga tidak membuat ulang dari awal jika ingin transper file dilain waktu. Jika sudah selesai klik next untuk melanjutkan.
 5. Jika semua tahapan telah selesai dan dilakukan dengan benar maka akan munul tampilan seperti gambar dibawah ini. Disana tercantum nama dan password yang telah berhasil dibuat. Klik close untuk menutupnya.
6. Klik tanda yang dilingkari warna kuning (terdapat di taskbar sebelah kanan) sehingga muncul  nama wireless network yang telah dibuat, lalu klikconnect.
Pada PC 2:
Pada PC 2 Klik tanda yang dilingkari warna kuning terletak di taskbar sebelah kanan (lihat gambar diatas) sehingga muncul  nama wireless network yang telah dishare dari PC 1, lalu klik connect dan masukan password seperti yang telah dibuat di PC 1.
 Langkah pertama selesai….

Sekarang tinggal langkah kedua. 
(Pengaturan pada PC 1 dan 2).
1. Kembali kik tanda wireless yang terletak dipojok kanan bawah dan pilih open network and sharing center >> wireless network connection >> properties >> Internet protocol version 4 (TCP/IPv4) >> properties lagi
Pada PC 1: Pilih Use the following IP address. Pada IP address isidengan 192.168.0.1, tempatkan kursor pada kolom subnet masksehingga akan terisi angka otomatis seperti pada gambar. IsiPreferred DNS server dengan IP address PC 2 yaitu 192.168.0.2 (jika tidak diisi juga tidak apa-apa).
Klik Ok untuk menyelesaikannya (lihat pada gambar disamping) Pada PC 2: Masukan IP addressdengan 192.168.0.2, dantempatkan kursor pada kolomsubnet mask sehingga akan terisi angka otomatis seperti pada PC
1.      Klik Ok. (Prefered DNS server jangan diisi). Ok, langkah pengaturan IP address selesai

 Langkah ketiga
1. Pada PC 1: Coba buka windows explorer sobat kemudian pilih salah satu polder yang ingin di share, klik kanan pilih share with >> specific people.
Ikuti tahap demi tahapnya seperti gambar disamping.

2. Pada PC 2: Buka windows explorer klik network maka disana akan terdapat folder yang dishare dari PC 1.
Nah kalo udah gini agan bisa meng-copy file dari PC 1 atau mem-paste file ke polder tersebut untuk diberikan pada PC 2.



windowsxp3

cara menginstal windows xp3
1.     Langkah pertama, saat PC Booting masuk ke Boot Menu, biasanya menekan F8, F12 atau Esc tergantung (keterangannya bisa kamu lihat dibawah layar). Masukkan CD dari installasi Windows XP, dan pada Boot Menu pilih CD-ROM Drive.
2.      Kemudian komputer kamu baru dan belum ada partisi disk, kamu bisa mengaturnya. Caranya dengan menekan C, dan isikan partisi yang kamu inginkan.
3.      Setelah partisi selesai dibuat, pilih partisi yang akan kamu buat untuk installasi Windows XP dan tekan Enter. Saran WinPoin, selalu taruh installasi Windows XP pada bagian atas sendiri pada partisi lainnya.
4.      Lalu pilih Format the partition using the NTFS file system (baca File System)
5.      Tunggu sampai format partisi selesai dilakukan proses dilakukan dua kali, jika sudah selesai dilakukan maka komputer akan otomatis restart dan memasukki Windows.
6.    Ketika komputer sudah memasuki Windows XP, kamu akan disuruh menunggu selama 40 menit
7.      Pada tengah-tengah proses akan ada notif yang menyuruh kamu untuk mengisi identitas diri, masukkan nama dan perusahaan kamu bekerja (terserah bisa kamu isikan apapun). Lalu klik Next.

8.      Kemudian isikan nama komputer, jika kamu ingin memberi password pada komputer, isikan field Administrator password dan Confirm password. Jika sudah klik Next.
9.      Setelah itu isikan tanggal dan waktu, jika kamu ingin diatur secara otomatis, ubah Time Zone menjadi GMT+07:00 dan klik Next.
10.      Lalu kamu disuruh untuk mengisikan produk lisensi Windows XP yang kamu beli setelah mengatur itu semua.Tunggu sampai komputer melakukan restart untuk memasuki Windows XP
11. Windows XP akan menyambut kamu dan menyuguhkan settingan yang perlu kamu atur, klik Next.
12.   Pada tahap ini kamu bisa memilih update otomatis atau tidak ingin melakukan update otomatis. Saran WinPoin lakukan update otomatis dengan memilih bagian atas sendiri, lalu klik Next.




13. Jika komputer kamu selalu terhubung dengan internet pada tahan ini kamu bisa memilih pilihan pertama atau jika komputer kamu tidak selalu terhubung dengan internet kamu bisa memilih yang kedua, atau kamu bisa juga melewati step ini dengan mengklik Skip. Kalau kamu sudah menentukan pilihan internet, klik Next. Setelah itu kamu disuruh untuk mendaftarkan komputer ke Microsoft, ini terjadi bila kamu selalu koneksi internet. Jika kamu tidak ingin register, klik opsi kedua dan klik Next. Isikan Nama user komputer, bila pengguna komputer lebih dari satu isikan kolom dua, ketiga dan seterusnya sesuai dengan user yang kamu inginkan dan klik Next.