|
3.
Setelah memilih bahasa
yang digunakan, maka akan muncul tampilan yang berisi beberapa opsi.
Pilih Install Ubuntu untuk memulai proses instalasi.
Namun jika ingin memperbaiki Linux yang sudah ada tetapi rusak maka pilih rescue a broken system.
Opsi
Awal Instal Ubuntu
4.
Setelah memilih
install Ubuntu, maka akan ditampilkan pilihan bahasa sistem yang akan digunakan
pada Ubuntu.
Memilih
Bahasa Sistem Operasi Ubuntu
5.
Kemudian pilih negara tempat kita
berada. Karena kita berada di Indonesia, maka pilih other lalu
pilih Asia, kemudian pilih Indonesia. Selanjutnya tekan enter.
Memilih
Lokasi User Ubuntu
6.
Setelah itu isikan konfigurasi lokal
dengan memilih benua yang nantinya digunakan untuk mengatur zona waktu.
Mengatur
Zona Waktu
7. Selanjutnya akan ditampilkan
perintah untuk mengkonfigurasi keyboard. Klik yes untuk
mengkonfigurasi keyboard atau no untuk
melanjutkan proses instalasi.
Mengatur
Keyboard
8.
Pilih salah satu tipe keluaran
keyboard yang digunakan dalam komputer yang tersedia sesuai jenis komputer yang
digunakan lalu tekan enter.
Memilih
Layout Keyboard
9.
Kemudian komputer akan memproses
pilihan yang telah dipilih. Setelah itu kita akan diminta untuk mengisikan
alamat server, gunanya untuk menentukan alamat server dari Networks OS Linux
kita nantinya. Langkah ini boleh dilewati. Pilih continue untuk melanjutkan proses.
Mengisi
Nama Server
10. Selanjutnya akan muncul tampilan
untuk mengisi hostname yaitu nama tunggal sebagai identitas komputer saat
terhubung dengan jaringan. Secara default sudah terisi dengan nama Ubuntu, namun kita dapat mengubahnya sesuai keinginan.
Jika tidak ingin diubah, maka pilih continue untuk
lanjut ke tahap instalasi selanjutnya.
Memberi
Nama pada Host-Name
11. Langkah selanjutnya adalah memilih
daerah yang akan digunakan sebagai patokan waktu yang digunakan. Karena kita
memilih Indonesia sebagai lokasi kita, maka akan muncul beberapa zona waktu
yang ada di Indonesia. Pilih salah, di sini kami memilih Jakarta (GMT +7)
sebagai zona waktu, lalu tekan enter.
Mengatur
Zona Waktu untuk Jam
12. Selanjutnya akan ditampilkan pilihan
untuk proses pembagian harddisk. Agar
proses partisi sesuai yang kita harapkan, maka pilih metode partisi manual.
Mengatur
Partisi Harddisk
13. Untuk memulai proses partisi, maka
pilih harddisk, lalu tekan enter.
Memilih
Harddisk yang akan Dipartisi
14. Kemudian akan muncul pertanyaan
untuk membuat partisi baru atau tidak. Pilih yes, maka akan
muncul besar memori yang ada pada harddisk (tertulis free space). Tekan enter untuk memulai proses partisi.
Ruang
Kosong Harddisk yang Siap untuk Dipartisi
15.Setelah menekan enter, maka akan
muncul tampilan yang menanyakan tentang penggunaan memori yang ada. Pilih creat a new partition agar dapat menentukan
besaran direktori yang nantinya digunakan. Untuk membuat partisi otomatis
pilih automatically partition the free space dan
pilihan show cylinder/had/sector information untuk
menampilkan informasi harddisk yang akan dipartisi.
Opsi
saat Partisi Harddisk
16. Kemudian akan muncul tampilan yang
mana disana kita disuruh untuk menentukan besar memori yang akan digunakan
digunakan, apakah semuanya atau sesuai keinginan kita. Ketikkan besar yang akan
digunakan, setelah itu pilih continue.
Menentukan
Ukuran Besar Partisi
17.Tampilan selanjutnya akan
menampilkan pilihan tipe dari partisi, apakah Primary (biasanya
file system dan file lokal) atau Logical (biasanya
untuk file penambahan RAM). PilihPrimary, lalu akan
ditampilkan pernyataan untuk memulai proses partisi. Pilih Beginninguntuk menggunakan ruang bebas yang awal
atau end untuk ruang bebas yang akhir, sehingga akan
muncul tampilan seperti berikut, lalu tekan enter. Maka akan muncul pengaturan
untuk partisi yang akan dibuat.
Menetukan
Lokasi Partisi Baru
Menetukan
Tipe Partisi Baru
Detail
dari Partisi Baru
18. Dari detail partisi di atas kita
dapat melihat beberapa pengaturan dari partisi yang baru saja kita buat, yakni
seperti use as (harddisk yang dipakai untuk
partisi), Mount point (titik lokasi
partisi dapat harddisk), mount options (pengaturan
titik lokasi partisi), label(penamaan
partisi), reserved blocks (penyediaan
kapasitas tambahan yang diambil dari blok), typical usage (tipe
kegunaan partisi), bootable flag (pedeteksian
partisi saat komputer mulai booting), copy data from another
partition (menyalin pengaturan partisi yang sudah ada), delete the partition (menghapus partisi yang baru
saja dibuat), done setting up the partition (menyelesaikan
pengaturan partisi). Jika semua pengaturan sudah tepat, pilih done setting up the partition, lalu tekan enter maka
akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Partisi baru akan muncul di bawah
nama harddisknya dan ruang kosong yang bisa dibuat drive lagi akan muncul di
bawah partisi baru tadi.
Paritisi
Baru telah Dibuat
19. Disana terdapat memori bebas sebesar
sisa (tertera 30 GB) dari memori yang digunakan (tertera 27.7 GB) untuk home
seperti yang sudah dilakukan di atas. Lakukan kembali ke proses partisi untuk mempartisi
sisa memori yang bebas, namun sisakan memori yang ada untuk swap. Memori ini nanti digunakan saat RAM yang ada
sudah penuh, maka memori ini akan menampung sisa dari proses yang ada pada RAM
(memori akan berfungsi sebagai RAM cadangan). Berikan nama swap pada partisi
dengan menekan enter pada memori yang akan digunakan untuk swap, maka akan
muncul tampilan seperti berikut.
Membuat
Memori Swap (RAM Cadangan)
20. Pilih Enter manually kemudian
isikan swap, klik continue maka
nama partisi tersebut akan berubah menjadi swap seperti
yang terlihat di screenshot berikut ini. Selanjutnya pilihDone setting up the partition.
Menyelesaikan
Pembuatan Memori Swap
21. Semua memori pada harddisk telah
terpartisi, lalu pilih Finish partitioning and write
change to disk untuk menyelesaikan pembagian Drive (partisi) di
harddisk.
Menyelesaikan
Partisi Harddisk
22. Tampilan selanjutnya akan menanyakan
kepada kita untuk kembali ke proses partisi atau tidak dan menampilkan hasil
partisi harddisk. Pilih No, maka akan muncul
tampilan seperti gambar dibawah, lalu klik yes, maka komputer
akan melakukan instalasi sistem.
Detail
Harddisk yang Sudah Dipartisi
23. Setelah proses instalasi sistem
selesai, maka kita disuruh untuk mengisikan nama lengkap untuk pengguna baru. Setelah
selesai mengetikkan nama lengkap lalu klik continue, sehingga muncul tampilan
untuk mengisikan nama akun. Ketikkan nama akun lalu klik continue.
Menentukan
Nama Pengguna
Menentukan
Nama Pengguna untuk Akun
24. Selanjutnya kita disuruh mengisikan
password untuk masuk ke OS kita nantinya dan mengisikan kembali password yang
sama untuk memastikan password yang dimasukkan sesuai kehendak.
Menentukan
Password User
25. Selanjutnya akan muncul pertanyaan
apakah home directory kita akan dienkripsi atau tidak. Pilih Yes untuk mengamankan direktori atau no untuk lanjut ke pengaturan berikutnya.
Mengatur
Enkripsi Direktori Home
26.Selanjutnya kita disuruh untuk
mengisikan proksi, isikan proksi jika anda menggunakan HTTP Proxy untuk menjelajah
di internet. Lewati langkah ini jika kita tidak ingin mengisikan proksi dengan
memilih continue.
Menentukan
Proxy
27. Lalu kita disuruh untuk menginstal
GRUB Boot Loader yang fungsinya untuk mengantisipasi
perubahan dari master boot record jika booting
instalasi gagal dilakukan karena adanya OS selain Linux Ubuntu. GRUB Boot Loader biasanya muncul karena kita
menggunakan OS tunggal yakni Linux Ubuntu. GRUB Boot Loader dapat
diatur manual setelah selesai instalasi.
Pilihan
untuk Menginstal GRUB Boot Loader
28. Setelah semua pengaturan selesai
dilakukan, maka komputer akan melakukan instalasi software bawaan Ubuntu
termasuk GRUB boot loader. Tunggu beberapa saat hingga proses
instalasi selesai. Setelah proses instalasi selesai, maka Ubuntu akan melakukan
booting.
Tampilan
Booting Awal Ubuntu
29. Setelah proses booting selesai, akan
muncul tampilan seperti gambar dibawah. Isikan password lalu tekan enter.
Tampilan
Login Ubuntu
30. Inilah tampilan desktop Linux
Ubuntu.
Tampilan
Desktop Ubuntu
Selamat Mencoba !!!!!
|